Larang Impor Patin Vietnam, Genjot Ikan Patin Lokal

Fillet Ikan Patin

Nasib pembudidaya ikan patin sangat bergantung pemerintah. Yakni konsistensi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menjalankan larangan impor Dori atau ikan patin asal Vietnam.

GM Marketing PT Central Proteinaprima (CP Prima), Stephanie Endang MS, menjelaskan larangan impor Dori membuka tumbuh kembangnya budidaya ikan patin yang mulai diminati pasar.

“Ikan patin lokal tidak kalah kualitasnya dengan Dori yang berasal dari Vietnam. Jadi, kebijakan pelarangan impor Dori merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memajukan budi daya ikan air tawar,” terangnya usai panen ikan patin bertajuk “Panen untuk Negeri” di Desa Tanggung, Kecamatan Campur Darat, Tulung Agung, Selasa (28/5/2013).

Tentang kualitas ikan patin lokal, lanjutnya, CP Prima sudah membuktikannya. Berupa fillet ikan patin bermerk Golden Dori yang laris manis di pasaran. “Untuk fillet patin, kami produksi sampai 50 ton. Pasarnya 70% untuk Jakarta, sisanya untuk kota-kota besar lain,” terangnya.

Ke depan, Stephanie masih meyakini permintaan ikan patin semakin tinggi. Tak salah apabila CP Prima yang dikenal sebagai pabrikan pakan ternak dan ikan, tergiur untuk membidiknya. “Tapi konsep CP Prima agak berbeda ya. Kami ingin maju bersama petani ikan. Tidak sekedar jualan semata namun kita berikan guidance kepada petani ikan. Berupa teknologi budidaya yang tepat,” pungkasnya.

Diterangkan bahwa ikan patin yang dihasilkan petani ikan binaan CP Prima, berkualitas prima. Tidak beraroma tanah dan dagingnya bewarna lebih putih. (Sumber : Inilah)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.