Kulon Progo Panen Raya Udang Vaname

Budidaya Udang Windu

Petambak udang yang tergabung dalam Paguyuban Vaname Rahayu Pasir Mendit Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama dua minggu terakhir panen raya udang vaname dengan keuntungan hingga di atas 100 persen.

Seorang Anggota Paguyuban Vaname Rahayu, Aries Sanjaya di Kulon Progo, Selasa mengatakan, sedikitnya ada 24 kolam tambak udang yang panen atau sekitar 20 ton dengan kualitas medium.

“Hasil produksi udang di Pasir Mendit masa panen ini sangat bagus sekali. Keuntungan yang kami dapat mencapai 100 persen. Dengan modal awal Rp30 juta dapat kembali Rp70 juta hingga Rp75 juta untuk satu kolam tambak,” kata Aries.

Tingginya keuntungan yang diperolah petambak, menurut dia, disebabkan oleh kualitas udang yang sangat bagus dan harga udang ditingkat pedagang sangat tinggi. Selain itu, cuaca yang sangat bagus dan curah hujan yang cukup membuat pertumbuhan udang sangat cepat.

“Dari penyebaran benih udang hingga masa panen hanya membutuhkan waktu antara 70 hingga 73 hari,” katanya.

Dia mengatakan, udang hasil produksinya untuk setiap satu kilogram (kg) berisi 60 ekor udang atau kualitas A dengan harga Rp47 ribu per kg. Sedangkan udang kualitas B yang berisi 100 ekor udang harganya berkisar Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per kg. Sementara udang kualitas super harganya berkisar Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kg.

“Udang produksi kami untuk memenuhi pasar lokal seperti Jakarta, Bandung, DIY dan Jawa Tengah. Untuk kualitas super diekspor ke Korea dan Jepang,” katanya.

Anggota Paguyuban Vaname Rahayu Pasir Mendit, Suwardi mengatakan budidaya tambak udang di kawasan Pasir Mendit dari 2003 terus mengalami kemajuan yang sangat pesat.

“Prospektif udang di pasaran sangat bagus. Harga jual udang juga sangat tinggi. Kami mengharapkan ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kulon Progo untuk mengembangkan tambang udang ini,” katanya.

Ia mengatakan, kalangan petambak udang yang tergabung dalam Paguyuban Vaname Rahayu Pasir Mendit akan melakukan penebaran benih udang secara serempak pada Minggu (10/2) hingga Jumat (15/2).

“Penebaran benih dilakukan secara bergantian. Hal ini untuk mengatur masa panen dan supaya saat panen harga udang tidak anjlok,” katanya. (Sumber : Antara) 

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.