Koto Masjid Produksi 3 Ton Ikan Patin Salai Per Minggu

Salai Ikan Patin

Namanya Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Lantaran namanya seperti itu, orang akan menyangka kalau desa ini punya ciri khas tentang Baitullah itu.

Tapi setelah melongok ke dalam kampung, yang ada justru jejeran kolam ikan. Dan lebih ke dalam lagi, malah ada kawasan sentra pengolahan hasil perikanan.

“Saban minggu, ada sekitar 2-3 ton ikan patin basah kami olah menjadi ikan salai di sini. Yang mengerjakan ada 4 kelompok. Satu kelompok antara 8-9 orang,” cerita Hefniarti, Kasubag Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Pengolahan Hasil Perikanan itu, Selasa siang di sentra pengolahan hasil perikanan itu.

Ikan-ikan patin tadi, mayoritas bersumber dari kolam ikan warga sekitar. “Berat rata-rata, 3-6 ekor per kilogram. Dari 1 ton patin basah, kami bisa menghasilkan 280 kilogram ikan salai. Ikan itu kemudian kami proses. Dari penyiangan hingga jadi kemasan ikan salai siap jual, butuh waktu antara 3-4 hari,” perempuan berkerudung ini merinci.

Tiap kemasan dijejali 4 ekor Ikan Salai. Berat total 250 gram. “Satu kemasan kami jual Rp 15 ribu. Tak hanya di jual di pasar tradisional, tapi sudah sampai ke Aceh, Batam dan Jakarta. Memang jumlah yang dikirim belum seberapa, masih sekitar 10 persen dari total produksi,” kata Hefniarti.

Tiap pecan kata Hefniarti, hasil produksi 4 kelompok tadi bisa menghasilkan duit sekitar Rp 33,6 juta. Itu kalau total ikan patin basah yang diolah adalah 2 ton. Nah kalau dikurangi dengan modal, maka hasil bersih perminggu itu mencapai Rp 4,6 juta.

Sebab kata Hefniati, modal perkilogram ikan itu mencapai Rp 14500 itu sudah termasuk gaji pekerja. “Yang gaji bulanan kami bayar Rp 1,5 juta. Tapi kalau borongan mencuci dan membelah, Rp 300 per kilogram dan ongkos menangkap juga segitu,” katanya.

Meski baru setahun sentra pengolahan hasil perikanan ini berjalan, inovasi produksi ternyata sudah dilakukan. Bukti, di sini sudah ada produksi abon, nugget, baso dan ikan asin yang semuanya berbahan baku ikan patin.

Perempuan ini merinci, 10 kilogram ikan patin bisa menghasilkan 3 kilogram abon. Dan 4 kilogram ikan patin bisa menghasilkan 2,6 kilogram nugget.

“Produksinya sih masih kecil. Baso dan nugget masih masing-masing 50 kilogram perbulan. Abon 30 kilogram perbulan dan ikan asin 100 kilogram perbulan. Tiap produksi ini kami kemas seberat 200 gram. Harganya Rp 10 ribu, kecuali ikan asin,” kata Hefniarti.

Hefniarti menjamin, semua produk yang mereka bikin bebas bahan pengawet. “Makanya produksi kita tergantung permintaan. Jadi kita ndak pernah menstok barang,” ujarnya.

Kalau nanti barkode kemasan sudah ada kata Hefniarti, produk Desa Koto Masjid ini sudah akan masuk ke swalayan-swayalan yang ada di Pekanbaru. “Mudah-mudahan barcodenya segera ada,” Hefniarti berharap. (Sumber : Riau Aksi)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.