Korsel Tertarik Investasi Budidaya Sidat di Indonesia

Ternak Ikan Sidat

Korea Selatan berencana berinvestasi di Indonesia untuk mengembangkan komoditas ikan sidat. Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sarifin, mengatakan investasi itu bernilai sekitar Rp 5 miliar.

Dalam merespons rencana Korea ini, Sarifin telah menawarkan dua opsi kepada Korea. Sebab, lahan yang akan digunakan untuk budidaya ikan sidat itu merupakan milik pemerintah. Dia mengatakan, berdasarkan peraturan terdapat dua opsi, yakni pembagian persentase dan penyewaan lahan.

“Saya ambil opsi sewa. Karena kalau mereka tidak sukses, negara sudah diuntungkan dengan harga sewa lahan sekian ratus juta,” katanya kepada Tempo, Ahad, 24 November 2013.

Sidat sangat diminati pasar internasional, terutama Korea, Jepang, Taiwan, dan Cina. Permintaan sidat di pasaran internasional bisa mencapai 300 ribu ton per tahun.

Sarifin menuturkan, jika kerja sama ini berjalan, Indonesia bisa mendapatkan keuntungan, yaitu ikan sidat bisa dikembangkan di Indonesia dengan baik. Keuntungan lainnya adalah dapat terjadi transfer teknologi mengenai budidaya, pemberian pakan dan lainnya. Sehingga terjadi pula transfer ilmu pengetahuan mengenai budidaya ikan sidat.

Namun, Sarifin belum bisa menyebutkan volume produksi ikan sidat. Kerja sama investasi budidaya ikan sidat ini adalah yang pertama kali untuk jenis ikan budi daya tersebut.

Pengembangan komoditi ikan sidat hingga saat ini masih terhambat karena belum ada teknologi untuk pemijahan (pengawinan). Keterbatasan ini menyebabkan harga sidat di pasaran menjadi cukup tinggi. Ikan sidat mengandung gizi yang tinggi berupa vitamin A, kandungan EPA rata-rata lebih tinggi. Kandungan DHA ikan sidat 1.337 miligram per 100 gram. (Sumber : Tempo)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

2 Comments on "Korsel Tertarik Investasi Budidaya Sidat di Indonesia"

  1. Jayen January 12, 2014 at 3:09 pm -

    di daerah sulawesi budidaya sidat sudah mulai dikembangkan petani tapi untuk pemasaran sidat itu sendiri masih tergolong susah dan harga sangat minim……… mohon penjelasannya?

  2. jon August 3, 2014 at 1:45 pm -

    Pemerintah cuma bisa ngemeng! Skalinya nelayan udah susah payah ternak, malah gak di bantu utk penjualan. yang ada malah konsumsi sendiri dan pasar lokal dengan harga yg minim..

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.