KKP Luncurkan Gerakan Penggunaan Induk Unggul (GAUL)

Induk Vanamei Unggul

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan Gerakan Penggunaan Induk Unggul (GAUL), untuk mengembangkan usaha budidaya udang yang berkelanjutan.

“Mengingat pertumbuhan udang vaname relatif cepat, maka dalam pengadaan benih perlu ada upaya yang mengarah kepada penggunaan induk-induk unggul.

Melalui GAUL yang telah diprogramkan oleh Dirjen Perikanan Budidaya, maka mutlak diperlukan dukungan ketersediaan benih udang unggul,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto di Jakarta, Jumat kemarin (12/4/2013).

Menurut Slamet, untuk memproduksi benih ikan unggul secara besar diperlukan industri perbenihan. Sedangkan untuk mendukung industri perbenihan diperlukan revolusi perbenihan.

“Melalui revolusi perbenihan selanjutnya kita akan melakukan gerakan GAUL, agar penggunaan induk ikan unggul membumi dan menjadi kebutuhan masyarakat pembudidaya,” ujar Slamet.

Slamer mengatakan, selain dukungan prasarana dan sarana, pengendalian hama dan penyakit ikan, serta dukungan penyediaan tata ruang juga menjadi faktor yang tak kalah pentingnya dalam suatu sistem usaha budidaya udang.

Hal itu, mengingat pengembangan wilayah atau pengembangan kawasan erat kaitannya dengan Rencana Tata Umum Tata Ruang Daerah (RUTRD), maupun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), maka perlu dukungan dari berbagai pihak baik dari Direktorat Jenderal yang menangani tata ruang maupun pihak pemerintahkabupaten/kota yang mempunyai wilayah.

“Dalam upaya sertifikasi lahan tambak, Dirjen Perikanan Budidaya bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional pada tahun ini akan mengidentifikasi lahan-lahan tambak dalam rangka sertifikasi lahan tambak masyarakat,” ujar Slamet.

Ciri benih unggul di antaranya adalah cepat tumbuh, tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan yang ekstrem. (Sumber : Inilah)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response