Kesulitan Benih, Petani Lele Terancam Gulung Tikar

Petani Lele Bogor

Salah satu penciri Kabupaten Bogor termaju adalah tersedianya benih ikan terbanyak di Indonesia. Namun, rupanya poin tersebut masih sulit diwujudkan pemerintah daerah. Pasalnya, di musim penghujan ini petani sangat kesulitan mendapatkan benih ikan, khususnya ikan yang menjadi primadona pasar yakni ikan lele. Hal itu diduga karena masih minimnya teknologi yang dikuasai petani pembenih dan minimnya sarana dan prasarana yang dimilki pembudidaya ikan lele.

Sulitnya benih ikan lele otomatis berakibat pada melonjaknya harga pasaran. Bahkan saat ini harga ikan lele konsumsi sudah hampir mencapai dua kali lipat dari harga setahun lalu, yakni Rp24 ribu dari harga sebelumnya yang hanya Rp12 ribu per kilogram. “Dari bandarnya saja sudah mahal, mau nggak mau harga jualnya juga ikut naik,” ungkap salah satu pedagang ikan lele, Komarudin.

Di samping teknologi yang kurang dikuasai pembudidaya, melambungnya harga pakan juga menjadi salah satu penyebab mahalnya harga ikan lele. Oleh karena itu, tak jarang menyebabkan pembudidaya gulung tikar alias bangkrut. Anehnya, kondisi tersebut belum mendapat sentuhan dari dinas perikanan Kabupaten Bogor. Petani masih menggantungkan pada pakan pabrikan yang harganya cukup mahal.

Menurut salah seorang Pembudidaya asal Cijeruk Deni, saat ini ia menjual lele ke tengkulak sudah mencapai Rp20 ribu per kilogram. “Sekarang harganya memang lagi tinggi. Sebab, benihnya jarang dan berakibat pada langkanya lele konsumsi,” pungkasnya. (metropolitan.id)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.