Kebutuhan Ikan Lele Bali Masih Didatangkan Dari Jawa

Pemasaran Ikan Lele

Bali masih mendatangkan ikan lele dari Jawa sekitar delapan ton per hari guna memenuhi konsumsi masyarakat daerah pariwisata itu, sedangkan petani setempat baru mampu berproduksi lima ton per hari.

“Keperluan ikan lele akan bertambah terus sejalan semakin banyak usaha kuliner di sini sehingga kekurangan itu harus dipenuhi para petani dari Jawa,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Ir Made Gunaja di Denpasar, Rabu.

Petani Bali, katanya, bergairah mengembangkan usaha lele. Hanya saja, mereka masih menghadapi kendala antara lain masalah mahalnya harga pakan dari pabrikan sehingga harga jualnya jauh lebih tinggi daripada yang didatangkan dari luar daerah.

Ia mengatakan, harga jual ikan air tawar termasuk ikan lele di tingkat peternak di Provinsi Bali sekitar Rp13.000 per kilogram, jauh lebih tinggi daripada para pembudidaya berasal dari daerah lain yang hanya Rp11.000.

Penyebab masih tingginya harga jual para peternak ikan lokal adalah biaya produksi lebih besar yakni harga pakan ternak asal pabrikan Rp8.500 per kilogram, sehingga harga jual di petani Rp10.500 sehingga di pasaran Rp13.000.

Petani luar daerah bisa menjual ikan lele lebih murah di Bali, katanya, karena peternak dari luar Bali memberikan pakan berupa limbah dari pedagang daging ayam yang harganya jauh lebih rendah.

Ia mengatakan, petani Bali memberikan pakan berupa pelet ikan keluaran pabrik dengan harga mahal, sehingga tidak mengherankan jika para peternak dari Pulau Jawa dapat menjual dengan harga murah, bahkan di bawah harga pasaran.

Oleh sebab itu, para peternak dianjurkan untuk memberikan pakan ikan berupa limbah hasil ternak atau daging berupa limbah dari rumah potong hewan di daerah iti dengan harga yang relatif lebih murah.

Gunaja mengatakan, minat petani Pulau Dewata untuk bisa membudidayakan ikan lele cukup tinggi, hanya saja pakan terlalu mahal dan bibit masih terbatas sehingga perkembangan usaha petani tersebut relatif lamban.

Permintaan ikan lele disamping untuk memenuhi konsumsi masyarakat dan wisatawan yang berlibur di Bali, juga banyak diperlukan untuk mengisi kolam-kolam yang banyak didatangi para penghobi memancing.

Pengelola kolam sering memesan ikan lele berukuran besar atau dengan berat di atas satu kilogram per ekor sebagai “master” yang diperebutkan kepada pemancing, sedangkan jenis itu cukup sulit diperoleh di Bali, kata Gunaja. (seputarbali)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response