Kaltim Masih Kekurangan Benih Udang Windu

Budidaya Udang Windu

Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kaltim, H Iwan Mulyana mengatakan, salah satu permasalahan sektor perikanan dan kelautan di Kaltim adalah pemenuhan kebutuhan benih udang windu. Kebutuhan benih yang bisa dipenuhi Kaltim baru 1 milyar benih per tahun, sementara kebutuhannnya mencapai 4 milyar per tahun.

“Ini masalah kita di Kaltim yang harus kita selesaikan. Selama ini kita masih belum mampu memenuhi kebutuhan benih petani. Kekurangannya masih didatangkan dari Bali, Situbondo dan Palu,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan terkait pengembangan sektor kelautan dan perikanan Kaltim di Samarinda, baru-baru ini.

Menurut dia, potensi pengembangan budidaya udang windu cukup menggiurkan di Kaltim dan perlu didukung kecukupan pasokan benih. Selain itu, petani juga masih butuh dukungan fasilitasi pengetahuan tentang pengembangan budidaya secara benar dan bantaun permodalan.

Terlebih sentra-sentra produksi pengembangannya seperti di Kukar, Bulungan, dan Paser menduduki peringkat kelima di Indonesia yang ekspor ke luar negeri. Dalam hal ini, sambung dia, terdapat sekitar 12 storage atau perusahaan penyimpanan udang windu yang rutin melakukan ekspor ke Jepang, Amerika dan negara lainnya.

“Khusus fasilitasi informasi pengembangan budidaya secara benar dan bantuan permodalan, kita sudah lakukan pembinaan dan memfasilitasinya memperoleh kredit permodalan melalui Bankaltim. Alhamdulillah, petani yang dulunya tidak terlayani sudah bisa memperoleh pinjaman kredit di Bank,” katanya seraya berterimakasih kepada Bankaltim yang memfasilitasi kredit para nelayan selama ini.

Terkait program pengembangan sektor kelautan dan perikanan sendiri, menurut dia, semua berjalan sesuai harapan. Peran DKP membangun sektor perikanan yang salah satunya memenuhi kebutuhan konsumsi ikan 8 gram per hari per orang dengan mengacu standar nasional 32 kg per orang per tahun telah tercapai.

Berdasarkan data BPS Kaltim 2011, menurut dia, produksi sektor perikanan Kaltim mencapai 17 ribu ton ikan per tahun dengan kebutuhan konsumsi ikan mencapai 50 kg per orang per tahun. Itu artinya, kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Kaltim jauh melebihi standar nasional. “Jadi, yang masih harus dilakukan tinggal pemasaran antarpulau, ekspor, dan peningkatan nilai tambah produk,” katanya.

Berkenaan itu, ia meminta petani untuk tidak lagi berorientasi hanya pada pengembangan budidaya udang maupun ikan tangkap, tapi harus sudah mulai mengembangkan usaha menjadi pengolahan produksinya menjadi siap konsumsi. Tidak berupa ikan segar seperti sekarang.

“Di pasar global sudah melirik mencari yang siap saji. Karenanya, jika kita tidak melakukan dengan meningkatkan nilai tambah sektor perikanan ini, maka importir yang lebih diuntungkan,” katanya. (Sumber : Diskominfo Kaltim)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.