Ikan Patin Pasupati, Silangan Patin Jambal & Patin Siam

Ikan Patin Pasupati

Patin berkualitas persilangan Patin Jambal dari perairan Sungai Musi dengan Patin Siam dibudidayakan di Dusun I, Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Rencananya kawasan ini akan dijadikan sentra pembudidayaan patin yang bernama Pasupati (Patin Super Harapan Pertiwi) tersebut.

“Patin Pasupati merupakan persilangan antara betina Patin Siam dengan jantan Patin Jambal. Kelebihannya memiliki laju pertumbuhan tinggi, berdaging putih, tekstur daging halus, rasa lezat, serta dapat diproduksi dalam jumlah besar dan terus menerus sepanjang tahun,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, Ir Hj Sri Dewi Titisari MSi, dalam kunjungan Temu Lapang Teknologi Budidaya Ikan Patin Pasupati dalam Rangka Menunjang Industrialisasi “Peluang Ekspor Ikan Patin Daging Putih” di Desa Pelabuhan Dalam, kemarin(19/12).

Diterangkannya, pembudidayaan Patin Pasupati sebagai terobosan baru karena biaya produksinya cukup rendah berkisar Rp 9 ribu/kilo. Sementara harga patin di pasaran berkisar Rp14 ribu/kilo.

Selain itu Patin Pasupati juga memilki daging putih sama seperti Patin Jambal, namun pembudidayaannya mudah seperti Patin Siam. Sehingga sesuai dengan permintaan ekspor yang menginginkan fillet dari patin berdaging putih.

“Kita harapkan nantinya Patin Pasupati dapat diekspor ke Amerika dan negara-negara Uni Eropa, ASEAN, dan sebagainya,” terangnya.

Sementara dipilihnya kawasan Pemulutan sebagai daerah pertama dan percontohan pembudidayaan Pasupati karena akses menuju Pemulutan lebih dekat dengan Kota Palembang. Ke depannya tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan pada kabupaten/kota di Sumsel.

Anggota Komisi IV DPR-RI, Ian Siagian, yang ikut dalam rombongan reses, mengatakan, keberhasilan pembudidayaan ikan Pasupati untuk kesejahteraan rakyat. Namun dinas terkait hendaknya membuat sistem yang baik ditunjang infrastruktur yang lain agar pemasaran Pasupati berjalan baik.

“Harus disiapkan pula Kastorit agar ikan menjadi awet. Selain itu dibentuk koperasi agar masalah pemasaran ikan tersebut lebih mudah,” terangnya. Ia mengimbau masyarakat agar tidak malu dan berkecil hati menjadi petani ikan.

”Industri seperti ini lah yang perlu kita perjuangkan dengan kesejahteraan rakyat dan potensinya juga sangat besar dan nanti akan kita monitor terus,” terangnya. (Sumber : Sumeks)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.