Ikan Cupang Cegah Jetik Nyamuk

Budidaya Ikan Cupang

erebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya di Kota Cimahi perlu ditanggapi dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, upaya membasmi jentik nyamuk agar tidak berkembang menjadi penyebar penyakit diantaranya dengan memelihara ikan cupang.

“Cupang kini banyak dibeli orang, khususnya dipelihara untuk memakan jentik nyamuk,” kata pedagang ikan cupang, Asep Suryana (38), di Jln. Daeng Ardiwinata, Kota Cimahi. Nyamuk Aedes Aegypti sebagai vektor demam berdarah. Sehingga jika tidak diberantas sejak masih jentik, pengendaliannya akan semakin sulit.

Menurut Asep, kebanyakan pembeli menyimpan ikan cupang di bak mandi. Jentik nyamuk Aedes aegypti biasanya lebih senang bergerak bebas di dalam air, bahkan menyudut di dasar air. “Jadi, kalau ada jentik nyamuk disitu ya akan dimakan,” ucapnya.

Genangan air yang terdapat di rumah, seperti di bak mandi, vas bunga, atau di dalam kolam ikan, menjadi media berkembangnya jentik nyamuk yang berisiko menularkan penyakit kepada para penghuninya.

Selain cupang, warga juga menggunakan ikan nilem, ikan cere, ikan glossom, serta jenis ikan lainnya yang dapat memakan jentik. Harganya pun cukup terjangkau dan variatif tergantung besaran ikan.

Untuk mengurangi resiko ancaman DBD dan chikungunya, masyarakat harus menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penerapan metode 3M. (Sumber : cimahikota.go.id)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.