Hungaria Tertarik Kembangkan Teknologi Perikanan di Kulonprogo

teknologi budidaya ikan

Delegasi Hungaria tertarik mengembangkan teknologi perikanan di Kabupaten Kulonprogo. Karena itu Dr Rusmin Amin Director Indonesia Trade Promotion Center Kedutaan Besar Republik Indonesia di Budapest bersama Prof Dr Barsony (Head of Aquaculture Programe Study Deberecen University, Debrecen Hungary), Dr Gergely Dietz (Director South East Asia Thesys Group Hungary), Horvath Bence MBA (President Thesys Group Hungary) dan dipandu George Iwan Marantika melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Kulonprogo Drs H Sutedjo, di Gedung Joglo, Selasa (22/1).

Diungkapkan Dr Rusmin Amin dari Kedubes RI di Budapest, tim dari Hungaria tersebut merupakan tim ahli budidaya perikanan yang sudah terpercaya, sehingga direkomendasikan Duta Besar Hungaria. Sehingga Kulonprogo dapat digunakan sebagai rintisan pusat riset budidaya perikanan. Ini dapat menjadikan peluang bagi Kulonprogo sebagai pusat riset budidaya ikan di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

“Sehingga ke depan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan daerah,”ujarnya.

Director South East Asia Thesys Group Hungary Dr Gergely Dietz menyatakan pihaknya ingin menjalin kerjasama dengan di bidang budidaya perikanan di Kulonprogo, yakni dengan menawarkan transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi budidaya ikan yakni program intensifikasi aquakultur.

“Kami selain ingin belajar dari Indonesia, juga ingin membagi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan Indonesia terutama Kulonprogo dalam budidaya perikanan. Kami siap menghibahkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan tenaga ahli di bidang budidaya perikanan. Intensif Aquacultur merupakan program intensifikasi pembudidayaan perikanan di lingkungan yang terkendali sehingga mampu meningkatkan produksi yang tinggi dengan kualitas ekspor,” kata Gergely.

Menurut Gergely, Intensifikasi aquakultrur dengan model intiplasma, manfaat langsung dirasakan masyarakat karena dengan pemberdayaan masyarakat. Peralatan yang digunakan juga menggunakan konsep aquarium sehingga portabilitasnya tinggi, bisa pindah lokasi.

Sementara Prof Dr Barsony menambahkan program intensifikasi ini, hasil ikan yang diperoleh dapat meningkat dari sebelumnya. Sedang untuk lama budidaya tergantung suhu dan jenis ikan yang dibudidayakan. Jenis ikan ekspor agar mampu nilai yang lebih tinggi, dapat memilih ikan jenis baramuli (kakap putih) atau belut laut. Jenis ikan Baramuli (kakap putih) disukai masyarakat Australia, sedangkan jenis belut laut disukai masyarakat jepang.

Wabup Drs H Sutedjo menyambut baik terhadap keinginan delegasi dari Hungaria untuk kerjasama dengan Kulonprogo. “Kulonprogo banyak peluang yang bisa dikerjasamakan. Pada prinsipnya kami membuka peluang tersebut, apalagi ini sudah ada rekomendasi dari Kedubes RI yang ada di Hungaria,”tandasnya. (Sumber : KR Jogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.