Hemat Pakan Ikan Dengan Probiotik

HArga Pelet Ikan

Instalasi pembuatan pelet ikan gurami bantuan pemerintah dibiarkan mangkrak oleh Jumadi seorang pembudidaya Gurami di Bantul Yogyakarta. Padahal tujuan awal pemberian alat pembuat pelet tersebut untuk membuat pakan murah bagi kelompok budidaya gurami Mina Usaha Kecamatan Sanden, Bantul, Yogyakarta.

Selain kerusakan mesin, alasan Jumadi tidak menggunakan instalasi pembuatan pelet tersebut karena harga bahan baku pelet di wilayahnya sudah tidak terjangkau petani. Itulah sebabnya Jumadi kemudian beralih menggunakan probiotik untuk menghemat pakan buatan pabrik.

Jumadi yang biasa memberikan pakan komersial untuk gurami mendapat hasil yang mengejutkan setelah mengaplikasikan probiotik. Dengan menggunakan probiotik Jumadi mengaku bisa menekan penggunaan pakan komersial hingga 1 kg untuk menghasilkan 1 kg gurami.

Selain itu pemeliharaan gurami dari benih yang baru menetas hingga mencapai bobot 600-700 gram/ekor hanya membutuhkan waktu 8 bulan saja.

Keyakinan Jumadi pada probiotik diperoleh dari hasil ujicobanya sejak beberapa tahun lalu. Awalnya ia menebar ukuran 10.000 benih gurami ukuran kuku jari dengan harga kala itu Rp. 100/ekor. Setahun kemudian, Jumadi berhasil memanen gurami sebanyak 5,2 ton yang kala itu bernilai Rp. 84 juta.

“Saya setengah tidak percaya ” ujarnya. Dalam satu bulan, Jumadi hanya memberikan 12 sak pelet atau 144 sak/tahun. “Berarti pakan untuk guraminya hanya sekitar 4.320 kg. Jika dihitung konversi pakannya (FCR) malah di bawah satu” tutur Jumadi girang.

Berdasarkan pengalamannya dengan menggunakan probiotik pertumbuhan gurami menjadi lebih cepat jika dibanding tanpa probiotik. Selain itu tingkat kematian gurami juga kecil serta daging gurami yang dipanennya menjadi lebih padat.

Namun aplikasi probiotik pada pakan gurami ini memang menuntut ketelatenan. Pasalnya pembudidaya gurami setiap hari harus melakukan pencampuran probiotik dengan pakan ikan. Jumadi sendiri melakukan pencampuran probiotik dengan pakan ikan ini saat pagi hari yang kemudian digunakan untuk pemberian pakan pagi dan sore hari.

Empat sak pakan (120 kg) membutuhkan 1 liter probiotik yang khusus digunakan untuk campuran pakan ikan. Meski membutuhkan biaya tambahan untuk pembelian probiotik namun Jumadi bisa mendapatkan keuntungan yang berlebih karena biaya pakan bisa ditekan.

Selain pada budidaya gurami, probiotik juga ciamik digunakan pada pembenihan dan pembesaran lele. Dengan pemberian probiotik, pertumbuhan serta daya tahan lele menjadi jauh lebih baik dan tingkat kematiannya rendah.

“Saat musim pancaroba pertumbuhan lele memang tidak maksimal namun sistem ketahanan tubuhnya meningkat signifikan. ” tutur Muhammad Rizki Kurniawan, pembudidaya benih lele di Magelang Jawa Tengah.

Sarjana ekonomi tersebut menebar 60.000 ekor benih lele di saat musim sulit dan masih bisa panen sekitar 40.000 ekor. Guna meningkatkan efisiensi usaha pendederan benih lele miliknya Kurniawan menggunakan 3 jenis probiotik sekaligus yakni probiotik untuk perawatan kualitas air, penumbuh plankton dan peningkat efektifitas penyerapan nutrisi pakan.

 

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

3 Comments on "Hemat Pakan Ikan Dengan Probiotik"

  1. Supari January 17, 2013 at 2:40 pm - Reply

    kalo boleh tau probiotik jenis apa yang disarankan? dan mereknya apa? berapa harganya? dan bisa beli dimana?, trims

  2. widi January 21, 2013 at 9:26 pm - Reply

    probindo mas…atau m4 tapi yang warna pink juga bisa….ditoko pertanian juga banyak…

  3. mary July 13, 2013 at 7:44 am - Reply

    kalau di lampung timur beli probiotik dimana ya?

Leave A Response