Harga Ikan Nila di Petani Masih Rendah

Perikanan Budidaya Air Tawar

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat menilai harga jual ikan nila di tangan petani masih rendah yaitu hanya berkisar Rp8.000-Rp12.000 per kg.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan harga tersebut tidak sebanding dengan biaya produksi. Karena itu, harus digunakan cara tertentu yang dapat menekan biaya produksi.

Menurutnya, untuk menghasilkan ikan nila sebanyak 1 kg diperlukan pakan sebanyak 1,5 kg. Harga pakan sendiri Rp6.000 per kg. Jika dihitung biaya pakan Rp9.000 per kg.

“Apabila ditambah biaya untuk keperluan lain maka biaya produksi tersebut terbilang tinggi padahal harga jual tak seberapa,” katanya  Selasa (14/8). Menurut Ahmad, terdapat sistem budidaya keramba jaring apung (kolor) yang dapat menekan biaya produksi ikan nila. Keramba jaring apung akan menempatkan ikan mas pada lapisan pertama sementara lapisan kedua diisi ikan nila.

“Ikan nila hanya makan dari sisa pakan ikan mas sehingga biaya pakan nila tidak ada,” tambah Ahmad.

Namun jika ingin menghasilkan ikan nila dengan rasa yang lebih enak harus dipilih tempat yang memiliki kualitas air bagus. Contohnya di kolam air deras yang terdapat di Subang. Namun cara ini tetap harus mengeluarkan biaya pakan. Harga jual ikan nila juga harus lebih tinggi agar memperoleh keuntungan.

“Petani hanya mendapatkan sedikit keuntungan dari harga jual tersebut,” kata Ahmad.

Dinas, lanjutnya, sedang mengupayakan sosialisasi mengenai diversifikasi olahan ikan nila. Hal tersebut untuk memaksimalkan penyerapan ikan nila di pasar khususnya restoran.

Ikan nila menurutnya bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan misalnya sup nila. Selama ini orang terbiasa mengkonsumsi nila dengan cara umum seperti digoreng.

“Mengenai jenis ikan nila sebetulnya konsumen tidak terlalu memilih karena harganya sama aja,” katanya.

Dinas menargetkan produksi ikan nila pada 2012 sebesar 200.000 ton. Hingga saat ini Ahmad memperkirakan produksi sudah tercapai setengahnya atau 100.000 ton. (k60/yri/bisnis)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.