Gunung Kidul Kembangkan Pakan Ikan Murah Standar SNI

Pakan Ternak Murah

Suasana di Dusun Nglipar Lor, kemarin (18/6) diselimuti mendung tebal. Puluhan orang berkumpul di bawah tenda mendengarkan sang motivator menyerukan semangat pantang menyerah. Nampak pria berkaca mata hitam, berdiri memegang mikrofon. Dia adalah Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Suwarno.

“Kenaikan harga BBM jelas berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Menyikapi dampak buruk yang kemungkinan muncul, kami mendorong budidaya ikan agar mampu berdaulat membuat pakan ikan sendiri,” kata Suwarno dalam acara iptek mina bisnis (Kimbis) Kabupaten Gunungkidul di Nglipar Lor.

Menurut dia, peluang bisnis ikan di Gunungkidul sangat tinggi, namun belum didukung ketersediaan pakan memadai. Jumlah kolam ikan di wilayahnya lebih dari 1.000 kolam, dengan perkiraan kebutuhan pakan sekitar 30 ton per bulan. Namun, pebisnis pakan ikan belum mampu memenuhi semua kebutuhan tersebut. “Selama ini kami justru mendatangkan pakan dari luar daerah dengan harga di pasaran Rp 9 ribuan,” ungkap Suwarno.

Untuk itu, kata dia, pihaknya mendukung penuh upaya kelompok pakan ikan Mina Mulia di Nglipar Lor mengembangkan usaha. Karena, harga pakan ternak yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding harga pasar. “Kelompok pakan ternak ini mendapat perhatian khusus dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Kelautan dan Perikanan,” terang Suwarno.

Aquaculturist fist nutrition dan feed technologist Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan, Mas Tri Djoko Sunarno saat melakukan monitoring di lokasi pembuatan pakan ternak mengatakan, datang ke desa membawa iptek. “Kami berharap tekhnologi pembuatan pakan ikan bermanfaat dan kami terus melakukan pendampingan,” kata Mas Tri.

Penanggungjawab klinik iptek mina bisnis, Budi Wardono mengatakan di Gunungkidul ada dua wilayah pengembang usaha pakan ikan yakni di Ponjong dan Nglipar. Dia juga berharap, ke depan keberadaannya mampu menjawab kekurangan kebutuhan. “Dengan begitu, perekonomian masyarakat akan berkembang dengan sendirinya,” ujarnya.

Pembina kelompok Mina Mulia Adhita Sri Prabakusuma mengungkapkan, kelompoknya berdiri pada awal tahun ini. Sekarang jumlah anggotanya ada 17 orang, memiliki sekitar 26 kolam ikan dan lokasi produksi pakan ikan. “Harga pakan ikan kami jauh lebih murah dibanding harga di pasaran, namun kualitasnya standar SNI,” ujar Adhita.

Lulusan UGM tersebut mengklaim, dalam sehari mampu memproduksi 1 ton pakan ikan. Bahan-bahan pelet juga mudah diperoleh, sehingga tidak kesulitan dalam proses produksi. “Selain pembuatan pakan, kami juga melakukan pembibitan ikan dengan kualitas bagus,” kata Adhita. (Sumber : Radar Jogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

One Comment on "Gunung Kidul Kembangkan Pakan Ikan Murah Standar SNI"

  1. sheyphow February 23, 2014 at 4:07 pm -

    minta no hp produksi pakan lele alternatif dunk

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.