Eko Windarto, Sukses Dengan Budidaya Cupang

budidaya ikan cupang

Cupang adalah salah satu jenis ikan hias yang belakangan ini kerap dikonteskan. Meski berukuran kecil, ikan ini memiliki variasi warna menarik dan bentuk tubuh yang rupawan.

Di kalangan penghobi ikan hias, cupang termasuk jadi salah satu primadona. Umumnya ikan ini dibagi dalam tiga golongan, cupang aduan, cupang hias dan cupang liar.

Ikan cupang sendiri adalah ikan air tawar yang habitat asalnya tersebar di beberapa wilayah Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Cupang dikenal sebagai ikan yang agresif, cenderung ingin mempertahankan daerah kekuasaannya.

Kelebihan cupang selain bentuk dan tingkahnya adalah kemampuannya dalam bertahan hidup dalam waktu yang lama. Meskipun ditempatkan dalam volume air yang sedikit dengan sirkulasi udara yang minim, ikan ini mampu bertahan.

Adalah Eko Windarto yang awalnya hanya satu di antara sekian ratus penggemar cupang, kini fokus melakukan breeding atau budidaya ikan bernama latin Betta sp ini. Eko panggilan akrabnya, sejak awal tahun 2000 silam telah memulai memijahkan Cupang.

Berbekal pengalaman dan tekad untuk belajar, pelan tapi pasti usahanya mencapai hasil, dan saat ini Eko termasuk salah satu penghasil cupang yang sukses di Yogyakarta.

Rata-rata seminggu Eko bisa memasok kebutuhan pasar lokal 1.000 ekor. Ia menjual cupang hasil budidayanya dalam tiga grade. Grade A untuk kelas kontes, grade B untuk penghobi yang tahu akan kualitas dan grade C untuk penghobi biasa yang tidak terlalu memintangkan kualitas ikan.

“Grade A untuk bahan buat kontes jenis plakat, minimal ambil 10 ekor jual saya jual antara Rp 75-100 ribu per ekor. Jenis yang lain hampir sama, kecuali giant harganya Rp 200-250 ribu per ekor,” terang Eko ditemui di rumahnya di daerah Mantrijeron, belum lama ini.

Awal breeding, Eko hanya membeli bahan indukan empat ekor jenis crowntail atau ekor mahkota (serit), kala itu harga perekor sudah mencapai Rp 200-300 ribu. Rupanya usaha Eko pertama kali langsung membuahkan hasil. Anak-anak dari indukan tersebut termasuk bagus dan layak untuk bakalan kontes.

“Kebetulan pertama memijahkan anak-anaknya lumayann bagus. Setelah itu jadi pede dan fokus budidaya sampai sekarang,” ujar Eko.

Saat ini, bukan hanya jenis Plakat yang sukses dibudidayakan Eko, jenis lain seperti Halfmoon dan Giant juga berhasil dipijahkan. Dari sekian jenis cupang, Eko menyebut jenis Serit yang habitat aslinya di sungai-sungai Kalimantan adalah yang paling indah dan belum bisa ditandangi dari cupang impor sekalipun.

Ikan cupang hasil budidaya Eko kerap menuai prestasi saat mengikuti berbagai kontes di beberapa kota. Belum lama ini dari lima ekor ikan yang dikirim, empat di antaranya sukses menggondol piala.

“Untuk lomba, yang dinilai dari ikannya adalah kerapian, mental, dan kesehatannya. Kalau menang grand champion nasional, ada yang rekor terjual sampai Rp 8 juta. Kemarin ikan dari sini, menang grand champion kelas regional, laku Rp 750 ribu,” kata Eko.

Lantaran memiliki nama di kancah penggemar Cupang tanah air, pembeli ikan Cupang hasil budidaya Eko datang dari berbagai kota, seperti Jakarta, Surabaya, Samarinda, Pekanbaru, dan Tenggarong. (Sumber : TribunNews)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

One Comment on "Eko Windarto, Sukses Dengan Budidaya Cupang"

  1. jawanet April 22, 2014 at 4:42 pm -

    salam kenal.. lokasi dimana pak? Klo tdk kberatan ingin silaturahmi.
    info alamat mohon di email ya pak.. Matur nuwun..

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.