Dua Pabrik Ikan Nila Terapkan Produksi Tanpa Limbah

Limbah Ikan Nila

Ekosistem laut dan sumber daya perikanan yang dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi semata, dengan mengabaikan lingkungan menyebabkan masyarakat pesisir semakin terjerat kemiskinan. Hal itu dikarenakan rusaknya sumber daya potensial.

Padahal, penempatan nilai – nilai ekologi lebih penting daripada perkembangan nilai ekonomi jangka pendek. Kemiskinan dan kerusakan ekologis merupakan salah satu faktor utama penyumbang kemiskinan Indonesia.

Karena itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo ingin menjadikan paradigma blue economy sebagai paham dalam pembangunan kelautan dan perikanan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Konsep ini dinilai mampu mengembangkan ekonomi masyarakat secara komprehensif yang bermuara pada tercapainya pembangunan nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pembangunan industrialisasi kelautan dan perikanan blue economy dinilai berperan untuk mensinergikan kebijakan ekonomi, infrastruktur, sistem investasi , bisnis, serta menciptakan nilai tambah dan produktivitas.

Blue Economy ini mampu menjadi referensi atas model pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat, yang menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya alam dengan mengikuti pola efisiensi alam namun menghasil produk dan nilai lebih besar, tanpa limbah, dan kepedulian social (social inclusiveness).

Blue Economy adalah sebuah model bisnis yang mampu melipat-gandakan pendapatan diikuti dengan dampak penyerapan tenaga kerja dan peningkatkan nilai tambah. Paradigma ini dapat mengoptimalkan sumber daya kelautan dan perikanan dengan mengolah limbah dari satu produk menjadi bahan baku bagi produk lain dan mampu menghasilkan lebih banyak produk turunan (zero waste).

Bahkan pendapatan dari produk – produk turunan tersebut diharapkan dapat memberikan hasil jauh lebih besar dari produk awal, termasuk di dalamnya diversifikasi produk, sistem produksi, pemanfaatan teknologi, financial engineering, dan menciptakan pasar baru bagi produk – produk yang dihasilkan.

Dunia usaha pun sebenarnya sebagian sudah menerapkan konsep ini, seperti sebuah pabrik pengolahan ikan nila di Sumatera Utara dan satu lagi di Jawa tengah.

Kedua pabrik tersebut telah memberlakukan zero waste di mana kepala ikan nila dimanfaatkan untuk bahan kosmetik, ekor ikan digunakan untuk membuat bakso dan darah ikan dijadikan keripik. Konsep perkembangan dari satu produk ke berbagai produk turunan inilah yang akan terus dipacu dalam mengimplementasikan konsepsi tersebut.

Indonesia sesungguhnya sangat ideal dalam menerapkan konsep blue economy. Sebab sebagian besar luas negara ini terdiri dari laut, dengan kekayaan yang begitu besarnya. Jika sumber daya alam (SDA) itu mampu dikelola dengan baik dengan dibarengi penerapan prinsip blue economy, maka ekonomi Indonesia diproyeksikan menjadi semakin kuat. Potensi bisnis dari pengembangan blue economy di sektor kelautan dan perikanan mencapai US$ 1,2 triliun.

Potensi itu dikalkulasikan berdasarkan besarnya potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki indonesia. Yakni potensi perikanan tangkap mencapai 6,5 juta ton ikan per tahun, potensi lahan budidaya laut lebih dari 12 juta ha. Di sisi lainnya, Sebanyak 70% dari 60 cekungan migas indonesia berada di laut dengan cadangan minyak bumi sebesar 9,1 miliar barrel.

Selain itu, sekitar 80% industri dan 59% kota berada di wilayah pesisir. Begitu pun dengan pariwisata, Sebagian besar obyek wisata terkait dengan potensi pantai dan keindahan laut. Bahkan, beberapa negara sudah mengecap manisnya dengan menerapkan konsep ini sebagai bagian dari kebijakannya. Seperti, Maroko, Kolombia, Afrika Selatan dan Spanyol. Keberhasilan itu ditunjukkan dengan masih lestarinya sumber daya alam dan masyarakat yang mampu menciptakan sumber pendapatan baru. (Sumber : Neraca)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.