Daging Sapi Mahal, Warga Beralih Konsumsi Ikan

Gemar Makan Ikan

Akibat harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional mahal, masyarakat beralih mengonsumsi ikan. Penjualan serta konsumsi ikan di kota Semarang kini terus meningkat. Penjualan ikan beberapa jenis dalam sepekan terakhir mulai meningkat dibandingkan sebelumnya.

Sri Ratnasari (38) pedagang ikan di Pasar Jatingaleh menuturkan, pendapatannya dalam menjual berbagai macam jenis ikan mulai ikan tawar dan ikan air laut bisa mencapai Rp 400.000-Rp 500.000 per hari. Padahal sebelumnya, penjualan ikan paling tinggi hanya mencapai Rp 300.000 per hari.

’’Dibanding harga daging yang mahal, harga ikan kini lebih terjangkau. Apalagi, ikan memiliki kandungan omega 3 serta protein tinggi yang baik untuk kesehatan,’’ katanya. Saat ini harga ikan tawar lele hanya mencapai Rp 14.000/kilogram, bawal Rp 17.000/kg, patin Rp 16.000/kg, nila Rp 19.000/kg, bandeng Rp 20.000/kg, ikan kuthuk Rp 20.000/kg. Sementara harga ikan laut jenis dorang Rp 32.000/kg, tongkol Rp 25.000/kg, udang Rp 30.000/kg, cumi Rp 35.000/kg, kakap Rp 28.000/kg, rajungan Rp 40.000/kg.

Menurut Sri, penjualan ikan yang terus meningkat dibarengi pula dengan stok berbagai jenis ikan yang cukup melimpah. Pasokan ikan yang diperoleh dari TPI Tambaklorok semakin melimpah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan. Karena banyak nelayan masih mencari ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang Ida Purnomowati menuturkan, konsumsi ikan di Kota Semarang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Konsumsi ikan pada 2007 sebanyak 21,71 kg per orang per tahun. Di 2008 meningkat menjadi 22,21 kg per orang per tahun, kemudian pada 2009 mencapai 22,37 kg per orang per tahun. Angka terus melaju di 2010 sebesar 22,68 kg per orang per tahun, serta 2011 lalu menjadi 23,63 kg per orang per tahun. Adapun untuk tahun ini, Ida mengincar konsumsi ikan bisa mendekati 24 kg per orang per tahun.

’’Jumlah tersebut masih jauh dari konsumsi ikan secara nasional yakni 26,5 kg per orang per tahun. Namun, kami berupaya terus mendorong masyarakat untuk gemar memakan ikan,’’ kata dia.

Menurut Ida, sebenarnya terkait dengan stok ikan, masyarakat utamanya kota Semarang sangat terpenuhi karena produksi ikan, baik yang tawar, tambak, laut, maupun payau sangatlah melimpah. Apalagi sejak Pemkot Semarang mulai 1 Januari 2011 lalu memiliki Perda tentang Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Produksi ikan laut di TPI Tambaklorok terus mengalami lonjakan. Pada tahun 2011 lalu produksi ikan laut telah mencapai 385.643 ton. Beragam upaya dilakukan Pemkot Semarang untuk menumbuhkan minat masyarakat mengonsumsi ikan. Salah satunya dengan menggalakkan program Gemar Makan Ikan (Gemarikan).

Upaya sosialisasi juga dilakukan dengan membentuk kelompok budidaya ikan. ’’Selain itu, diversifikasi makanan olahan ikan diperlukan agar masyarakat tidak bosan dengan produk ikan yang itu-itu saja,’’ ungkapnya. (Sumber : Suara Merdeka)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.