Cuaca Tak Menentu, Petani Ikan Waspada KHV

Koi Herves Virus

Kondisi cuaca yang tak menentu belakangan ini berpotensi terjadinya serangan penyakit koi herpes virus (KHV) terhadap ikan di perairan Waduk Cirata wilayah Cianjur. Rata-rata, jenis ikan yang rentan diserang virus tersebut adalah ikan mas karena masih satu species dengan ikan koi.

Kepala UPTD Jangari Kabupaten Cianjur Ade tak menampik jika kondisi cuaca saat ini tergolong ekstrem. Kondisi cuaca saat ini dirasakan sangat berpengaruh terhadap daya tahan ikan.

“Ketika cuaca begitu panas, dampaknya nafsu makan ikan akan berkurang. Kondisi ini berpengaruh terhadap pertumbuhan dan daya tahan ikan, sehingga mudah terserang penyakit,” kata Ade, Kamis (20/3/2014).

Menurut Ade, kondisi cuaca seperti itu sangat rentan terjadinya serangan KHV. Serangan itu seolah menjadi langganan bagi para pembudi daya ikan di perairan Waduk Cirata wilayah Cianjur. Dipastikan dalam setiap tahunnya ketika kondisi cuaca berfluktuasi seperti itu serangan KHV akan mengganas.

“Serangan KHV yang terbaru sekitar bulan Januari-Februari 2014. Saat itu KHV menyerang wilayah perairan Cianjur. Rata-rata, kematian massal ikan di setiap kolam sekitar 5 kilogram,” paparnya.

Untuk mengantisipasi serangan KHV dan memperkuat daya tahan ikan, menurut Ade, harus rutin dilakukan pemberian vitamin C. Namun asupannya jangan terlalu keseringan karena bisa jadi akan berdampak jelek.

“Tinggal diatur saja pemberian vitamin C-nya. Hanya jangan terlalu sering, takutnya nanti akan berdampak buruk terhadap kondisi ikan,” tuturnya.

Selain serangan KHV, yang cukup diwaspadai juga adalah upwelling. Namun biasanya upwelling terjadi di akhir tahun atau pada awal-awal pergantian musim.

“Sebetulnya sekarang para pembudi daya ikan sudah tahu menyiasati jika akan ada
serangan-serangan terhadap ikan. Jadi tidak terlalu khawatir karena para petani pembudi daya ikan sudah bisa menyikapinya,” ucap Ade.

Budi daya ikan air tawar di perairan Waduk Cirata wilayah Cianjur rata-rata menghasilkan sekitar 105-120 ton per hari. Produksi terbesar didominasi ikan mas sekitar 35 persen.

“Produksi ikan sebesar itu berasal dari 9 wilayah pendaratan ikan yang tersebar di berbagi tempat yakni Perairan Maleber, Perairan Ciputri, Perairan Jangari, Perairan Leuwi Orok 1 dan 2, Perairan Kebon Cokelat, Perairan Nusa Dua, Perairan Calingcing, Perairan Babakan Garut, dan Perairan Pangguyangan. Hanya yang terbesar memang berasal dari Jangari,” katanya.

“Selain ikan mas dengan jumlah produksi hampir 35 persen, ada juga ikan bawal sebesar 30 persen, ikan nila 30 persen, dan beragam ikan lainnya seperti patin, lele, gurame, maupun nilem sebesar 5 persen,” tandasnya.

Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur Djoni Rojali tak memungkiri jika produksi ikan air tawar di Kabupaten Cianjur sangat bagus. Malahan Djoni berani menyebutkan jika produksi ikan air tawar di Cianjur jadi ikon produsen bagi di Jawa Barat.

“Potensi perikanan di Cianjur memang sangat bagus. Kita punya perairan ikan laut di pesisir pantai selatan. Sedangkan ikan air tawar kita punya perairan Jangari dan sekitarnya,” kata Djoni. (Sumber : Inilah)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.