Budidaya Sidat Banyumas Terkendala Air

Ternak Ikan Sidat

Budidaya Sidat di Desa Gerduren Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas sekarang ini sangat berkembang. Namun, budidaya tersebut masih terkendala dengan ketersediaan air di desa setempat.

Melihat kondisi tersebut, Komisi B DPRD Jateng meminta Dinas PSDA dan Dinas Kelautan-Perikanan (DKP) Jateng melakukan koordinasi untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurut Anggota Komisi B, Hartina, koordinasi itu juga harus melibatkan Dinas Peternakan-Perikanan (Dinnakkan) Kabupaten Banyumas dan Kelompok Tani Cakra Wijaya selaku pengembang budidaya Sidat untuk memahami permasalahan yang ada.

“Diakui, selama ini air masih menjadi kendala dalam budidaya sidat. Untuk itu, ada koordinasi antara DKP Jateng dan Dinnakkan Kabupaten Banyumas sehingga bisa merumuskan rencana dalam penyelesaian kendala tersebut,” sarannya, saat berkunjung ke ​Desa Gerduren Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas.

Diharapkan, pada tahun depan, tidak ada kendala lagi mengenai air. Oleh karena itu, kata dia, kendala tersebut harus diselesaikan pada 2016 ini.

“Ini penting untuk para petani. Jadi, saya harapkan ada koordinasi sehingga Komisi B juga bisa mengawal,” tegasnya.

Nuniek Sri Yuningsih, Anggota Komisi B lainnya, mengaku heran dengan sikap Dinas PSDA Jateng yang seolah tidak ingin membantu dalam persoalan tersebut. Ia berencana akan mempertemukan masing-masing dinas agar persoalan itu segera diselesaikan.

“Masak sekian tahun Indonesia Merdeka, ngurusi banyu kok angel banget. Kalau pihak-pihak disini sudah menghadap Dinas PSDA Jateng dan belum direspon, lapor kami (Komisi B)! Wong budidaya ini juga untuk rakyat, kenapa kok sulit banget ngatasi persoalan air,” tegas Nuniek sedikit kesal.

Ia juga menekankan, “jadi, kami berpihak pada petani, maka DKP harus berani berhadapan dengan PSDA. Nanti, kami undang rapat bersama. Ini bukan persoalan yang sulit karena sekarang ini sudah ada teknologi.”

Ketua Komisi B DPRD Jateng Chamim Irfani juga mengatakan, “nanti, kami juga akan melakukan rapat gabungan dengan Komisi D karena Dinas PSDA merupakan mitra kerja Komisi D dalam pembangunan infrastruktur.”

Sementara, Kades Gerduren Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas Bambang Suharsono berharap, selain menyelesaikan kendala air, dinas terkait tetap dapat memberikan bimbingan teknis. Sedangkan, Ketua Kelompok Tani Cakra Wijaya Katijo mengaku kelompoknya sudah eksis sejak Maret 2012 dan dalam perkembangannya mendirikan peternakan ikan.

“Diakui, anggota kelompok banyak yang kurang mampu untuk mengembangkan budidaya ikan Sidat tersebut. Pengembangan budidaya sidat masih membutuhkan biaya yang besar sehingga kami tetap memohon bantuan ke pemprov,” ungkap Katijo.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.