Budidaya Ikan Sidat Digarap Serius di Sulteng

Budidaya Sidat

Mulai tahun 2012 Pemerintah Sulawesi Tengah mengembangkan budidaya ikan sidat. Budidaya sidat dilakukan karena populasi sidat alam  kian langkan sementara permintaan ekspor cukup tinggi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah mengatakan budidaya ikan sidat akan dilakukan di 9 kabupaten dan 1 kota di propinsi itu. Daerah tersebut meliputi Kota Palu, Donggala, Tolitoli, Buol, Parigi Mountong, Poso, Tojo Unauna, Banggai, Banggai Kepulauan dan Morowali. Daerah tersebut memiliki sungai dan danau yang bermuara ke laut yang notabene merupakan tempat ideal bagi budidaya ikan sidat.

Budidaya sidat tidak terlalu sulit dilakukan propinsi ini karena Sulteng memiliki potensi sumber benih sidat. Ada beberapa jenis sidat budidaya yang potensial di Sulteng yakni : anguilla marmorata, anguilla  celebesensis, anguilla  bicolor fasisfika dan anguilla  borneosensis. 3 Jenis diantaranya ditemukan di 10 wilayah Sulteng.

Untuk persiapan budidaya sidat, Dinas terkait di Sulteng berencana melakukan pembekalan untuk warga sekitar sungai dan danau.

Pemilihian lokasi budidaya sidat menjadi penting mengingat berdasar siklus hidupnya sidat jantan dan sidat betina akan berpindah dari sungai atau danau menuju laut untuk melakukan perkawinan di kedalaman 400-500 m. Setelah perkawinan induk sidat tersebut akan mati.

Dalam budidaya sidat ada beberapa tahapan yang bisa digarap, yakni pembesaran sidat muda berukuran 3-5 gram menjadi 8-10 gram yang membutuhkan waktu 3 bulan. Selanjutnya pembesaran sidat menjadi ukuran konsumsi 250-300 gram yang membutuhkan waktu hingga 10 bulan.

Selama ini sidat banyak ditemukan dan dibudidayakan warga sekitar Danau Poso. Di daerah tersebut Ikan Sidat dikenal dengan nama Sogili. Permintaan sidat dari Jepang, China dan Korea yang sangat tinggi membuat penangkapan sidat tak terbendung dan menjadi langka.

Beberapa waktu lalu Wakil Gubernur Sulteng meminta budidaya sidat dilakukan secara serius karena nilai ekonomi yang sangat tinggi. harga ikan sidat saat ini bisa mencapai Rp. 400.000 kilogram di Jakarta.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response