Budidaya Ikan Pora-Pora, Ikon Baru Danau Toba

budidaya ikan pora-pora

Danau Toba kini tidak hanya menjual keindahan alamnya. Jansho Manurung dan Samjos Manurung dari Serikat Tani Pea Nauli menemukan adanya satu spesies ikan yang dinamakan ikan pora-pora.

Budidaya ikan pora-pora ini merupakan bentuk kerjasama mitra PT Toba Pulp Lestari dan UNDP di Sibaruang. Ikan pora-pora dijuluki juga oleh penduduk setempat ikan dewa atau ikan Megawati, mengacu pada nama Megawati Soekarnoputri yang menyebar benih ikan ini dalam jumlah besar di tahun 2004, ketika menjabat sebagai Presiden RI.

Jansho dan Samjos Manurung tinggal di Desa Sibaruang, Kecamatan Lumban Julu. Pada pertemuan yang digelar di restoran Chun Yen di Uniplaza, Jansho menuturkan pendapatan mereka bertambah sejak adanya bantuan yang diberikan Toba Pulp.

“Sebelumnya kami memproduksi ikan pora-pora ini 20-25kg sehari. Itu dikerjakan pada pukul 5 sore sampai 11 malam dengan menggunakan jala dan bubu. Setelah adanya sulangat (sejenis keramba), produksi ikan pora-pora per hari mencapai 50-80kg,” terangnya, hari ini.

Sulangan ini berukuran 15×15 meter yang ditenggelamkan pada malam hari, kemudian diangkat pada saat menjelang pagi. Pengolahan ikan pora-pora dilakukan secara sederhana di rumah-rumah rakyat sekitar.

“Ikan yang sudah diangkat kemudian dijemur hingga kering, lalu di goreng seperti biasa. Budidaya ikan ini termasuk alami. Karena kami tidak memberikan pelet apapun. Sehingga tetap menjaga kelestarian alam danau itu sendiri. Apalagi ikan pora-pora mudah berkembang biak di musim hujan.”

Direktur PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk Juanda Panjaitan mengatakan ini merupakan hal yang sulit. “Sulit sekali menjaga keseimbangan antara kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. Namun ikan pora-pora ini bisa menjalankan keduanya.”

Saat ini penjualan ikan pora-pora dibentuk dalam kemasan yang sederhana berukuran satu kilogram dan dihargai Rp50.000. Ikan yang sudah dikemas ini mampu bertahan hingga dua bulan, tentu saja tanpa ada pengawet di dalamnya. Sehingga ikan ini aman untuk dikonsumsi.

Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Edward Pakpahan yang mendukung budidaya ikan pora-pora. “Saya berharap semoga promosi dan penjualan ikan pora-pora mendapat perhatian dari pemerintah. Sehingga ini akan menjadi ciri khas baru dari Danau Toba selain keindahan alamnya,” katanya.

Ia juga berharap dengan adanya campur tangan pemerintah, penjualan ikan pora-pora dapat menembus pasar internasional. Dengan demikian dapat membantu perekonomian rakyat Indonesia. (Sumber : Waspada)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.