Budidaya Ikan Kerapu Bali Hasilkan Devisa 94,4 Miliar

Benih Kerapu Macan

Bali berhasil meraup devisa sebesar US$9,79 juta atau sekitar Rp 94,4 miliar dari ekspor ikan kerapu hasil perikanan laut selama 2012, atau menurun 4,48 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai US$10,25 juta.

Menurut Kepala Biro Humas Pemprov Bali, jika dilihat dari segi volume pengapalan, mata dagangan tersebut meningkat signifikan dari 1.831,8 ton pada tahun 2011 menjadi 3.705,2 ton pada tahun 2012.

Ia mengatakan, ikan kerapu merupakan salah satu dari sebelas jenis mata dagangan hasil perikanan dan kelautan yang menembus pasaran ekspor, antara lain, Jepang, Amerika Serikat, Eropa, dan Australia.

“Bali mengirim ikan kerapu ke pasaran luar negeri dalam bentuk ikan segar, ikan beku, dan bibit,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (29/3).

Ketut Teneng menjelaskan, bahwa ikan kerapu mampu memberikan kontribusi sebesar 2,09 persen dari total ekspor Bali sebesar US$481,38 juta.

Bali menjadi pionir produsen kerapu dan benih bandeng di Indonesia berkat dukungan Balai Besar Riset Perikanan Budi Daya laut yang ada di Gondol, Kabupaten Buleleng, Bali utara.

Masyarakat pesisir dan nelayan di sepanjang pantai utara Bali, khususnya di Kecamatan Grokgak mampu mengadopsi rekayasa teknologi pembenihan kerapu dan bandeng atau yang lebih dikenal dengan “hatchery” skala rumah tangga (HSRT).

Benih kerapu yang dihasilkan Bali, selain untuk memenuhi pengembangan daerah setempat juga sebagai mata dagangan antarpulau, termasuk memenuhi kebutuhan bibit di Sumatera dan Sulawesi.

“Secara ekonomis pembenihan kerapu sangat menguntungkan. Namun, memerlukan keterampilan dan ketekunan dalam pemeliharaan benih ikan yang bernilai ekonomis tinggi itu,” jelas Ketut Teneng. (Sumber : Berita Satu)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.