Budidaya Gurame Soang Galunggung Lebih Produktif

Benih Gurame Soang Galunggung

Sejak zaman Belanda, Ikan Gurame Soang Galunggung sudah dikenal akan kelezatannya. Bahkan masa itu ada sebuah peraturan yang melarang pribumi mengonsumsi ikan jenis ini.

Hingga kini, ikan ini pun masih dikategorikan sebagai menu makanan kalangan menengah ke atas.

Namun, bencana meletusnya Gunung Galunggung di Tasikmalaya, Jawa Barat, tahun 1982, membawa kehancuran bagi pembudidaya di kaki gunung yang memiliki ketinggian 2167 meter di atas permukaan laut ini.

Ketenaran Ikan Gurame Soang Galunggung pun memudar akibat banyaknya kolam gurame terkubur pasir dan debu yang menyelimuti sebagain besar daerah Tasikmalaya.

Usaha pengembalian kejayaan Gurame Soang pun dilakukan, salah satunya dilakukan oleh Dedi Dakhlan. Sejak tahun 1996 Pria lulsan Universitas Padjadjaran ini berusaha mengembangkan pembibitan Gurame Soang Galunggung.

Ikan Gurame Soang Galunggung ini memiliki berbagai kelebihan di antaranya pertumbuhan yang cepat, dan bobotnya yang mencapai 10 kilogram.

Selain itu Ikan Gurame Soang Galunggung merupakan hewan herbivora sehingga pakan yang dibutuhkan adalah dedaunan segar.

Biaya pemeliharaan dan pembesaran ikan ini pun bisa sangat kecil karena biaya pakan bisa ditekan. Ikan Gurame Soang sangat menyukai pakan seperti daun sente.

Keunggulan ini pula yang juga menjadi alasan utama bagi Dedi lebih mencintai Ikan Gurame Soang Galunggung. Ia pun bertekad untuk bisa menghasilkan kualitas indukan yang baik. Indukan unggul akan melahirkan benih yang unggul juga, dan pada akhirnya akan meningkatkan produksi dan penghasilan petani. (Sumber  : MNC)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response