Banjir Jakarta, Harga Udang Vanamie Lamongan Anjlok

Budidaya Udang Vaname

Banjir yang melanda Jakarta ternyata sangat berpengaruh dengan harga ikan di Pasar Ikan Lamongan. Sebagian jenis ikan harganya hancur dan sebagian lainya, seperti mujaer dan putihan harganya menggila.

Sejumlah pedagang besar , seperti Eko Yulianto saat ditemui Surya Senin (21/01/2013) mengungkapkan, bencana banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta berpengaruh dengan harga ikan di Lamongan.

Kenaikan ikan sangat bervariatif, dan khusus ikan udang vanamie yang harganya hancur karena tidak bisa kirim ke pabrikan yang ada di Jakarta. Sementara untuk jenis ikan mujaer, putihan dan tombro harganya selangit.

“Hanya udang Vanamie yang hancur harganya,” kata Eko Yulianto pemilik UD Tambak Jaya Putra 45. Disebutkan harga udang Vanamie untuk ukuran 76 ekor per kilogramnya hanya Rp 30.000 / Kg dari semula Rp 45.000/ Kg-nya, yang size 125 ekor perkilogram harganya tinggal Rp 23.000/ Kg sementara size 170 ekor perkilogramnya hanya Rp 18.000/Kg.

“Anjloknya harga Vanamie karena pabrikan di Jakarta tutup dan tidak bisa dijangkau pedagang karena banjir besar,”ungkap Eko.

Sedangkan harga ikan yang bukan konsumsi pabrikan harganya menggila, jenis mujaer harganya antara Rp 18.000/ Kg hingga Rp 20.000/ Kg, sementara putihan (bader) mencapai harga tertinggi dalam sejarah Rp 21.000 hingga Rp 23.000/ Kg. Sedangkan bandeng antara Rp 13.000 hingga Rp 14.000/ Kg.

Dijelaskan, kalau Vanamie kirim masuk dua pasar besar di Jakarta yakni Muara Baru dan Pasar Angke di Jakarta biayanya ekstra tinggi. Karen tidak bisa langsung masuk, dan harus turun sebelum tol baru kemudian diangsur menuju dua pasar tersebut menggunakan kendaraan pick-up, seperti L 300.

“Ongkosnya membengkak Rp 50.000 per-gentongnya,”kata H Subur.

Untuk sementara udang Vanamie hanya dikirim ke pabrikan yang ada di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Itupun hanya menerima dengan size 120 ekor/ Kg-nya.

Sedangkan untuk jenis mujaer, tombro dan bader hanya untuk kebutuhan pasar lokal. Harga ikan jenis mujaer, bader (putihan) yang begitu tinggi belum dibarengi dengan pasokan besar di Pasar Ikan Lamongan. Sebab panen raya baru akan diawali pada bulan tiga dan bulan empat. Ini akibat musim tabur ikan mundur lantaran terpengaruh dengan musim kemarau panjang. (Sumber : Tribun)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.