2015 Kabupaten Bandung Targetkan Produksi Benih Ikan 1.58 Milyar Ekor

Benih Ikan Nila Merah

Sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi sumber daya air melimpah, Kabupaten Bandung akan terus mengembangkan produksi ikan. Bahkan pada tahun 2015 mendatang, daerah yang memiliki areal budidaya ikan seluas 5.962 Ha tersebut mentargetkan untuk memproduksi benih ikan sebanyak 1,58 milyar ekor. Sementara sampai dengan tahun 2011 lalu, produksi benih ikan baru mencapai 1,2 milyar ekor.

Pencapaian target sebesar 1,58 milyar ekor dinilai bakal tercapai, menyusul diresmikannya UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Pembenihan oleh Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH, S.Ip di Desa Sagaracipta Kecamatan Ciparay, Rabu (28/11). Selain sebagai fasilitas pembenihan, UPTD yang memiliki luas 32.564 m2 tersebut digunakan pula untuk fasilitas pelatihan dan pertemuan, pengkajian penerapan teknologi, pengembangan kemitraan pelayanan dan pembenihan ikan serta sebagai fasilitas diseminasi teknologi perikanan.

Selain mempunyai tugas untuk melayani dan mengembangkan benih ikan, UPTD Pembenihan menurut Bupati Dadang M. Naser diharuskan pula menjadi mitra utama dalam pengembangan perikanan di Kabupaten Bandung. “Kemitraan disini tidak hanya dalam penyediaan benih dan calon induk ikan berkualitas, tetapi juga bermitra dalam pelatihan pembenihan ikan dan penerapan teknologi perikanan”, kata H. Dadang M. Naser.

Ikan mas strain Majalaya, menurutnya hingga kini masih menjadi ciri khas ikan Kabupaten Bandung. Ikan mas tersebut kata Dadang M. Naser, mempunyai keunggulan dari strain ikan mas lainnya. “Selain dagingnya gurih, lebih tahan terhadap penyakit dan produksi telurnya lebih banyak”, katanya pula.

UPTD Pembenihan yang dulu dikenal BBI (Balai Benih Ikan) Ciparay menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kab. Bandung Ir. H Hermawan telah berdiri sejak tahun 1963. Menginjak tahun 2006 sampai tahun 2010, fasilitas tersebut dibangun kembali dengan biaya sebesar Rp. 7,2 miliar yang bersumber dari APBN Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebelumnya, pada tahun 1998 telah dibangun pula fasilitas rumah dinas dan ruang rapat yang dibiayai APBD Kabupaten Bandung.

UPTD Pembenihan menurut Hermawan, kini telah memiliki fasilitas 48 unit kolam tembok dengan ukuran bervariasi. Kolam sebanyak itu digunakan untuk kolam induk, pemijahan, pendederan I dan II serta kolam pembesaran calon induk ikan. Disamping itu tersedia pula satu unit hatcherry, wisma pelatihan, rumah jaga disamping tersedianya halaman parkir yang cukup luas.

Selain menyediakan benih ikan ekonomis seperti ikan lele, ikan mas strain Majalaya dan ikan nila, UPTD Pembenihan Ciparay akan menyediakan pula benih ikan lokalita seperti ikan Koi, Komet, Cherax ikan Baung, Tambakan, Nilem, Tawes, Grasskrap. “Ikan seperti itu mulai sekarang sedang kami garap”,kata Hermawan.

Untuk menunjang pengembangan produksi ikan, UPTD Pembenihan menurut Hermawan kini tengah melakukan kerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Sukabumi, disamping bekerjasama dengan Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Wanayasa. Selain itu, UPTD Pembenihan bekerjasama pula dengan kelompok pembenihan ikan dengan sistem inti plasma. (Sumber : Humas Setda Kabupaten Bandung)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: budidayaikan View all posts by

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.